NewsLetter Kesuburan

Powered By Yahoo! Groups

NewsLetter ASI

Powered By Google Groups

4 Permasalahan Menyusui dan Solusi Untuk Mengatasinya

masalah menyusui

Meski menyusui adalah cara yang alami untuk memberikan nutrisi pada anak, ada banyak hal yang tetap harus dipelajari oleh para ibu, terutama bagi yang masih baru menyusui. Seringkali ibu yang baru menyusui menemukan hambatan atau kesulitan dan tidak tahu cara mengatasinya. Untuk itu, simak beberapa permasalahan umum seputar menyusui dan solusi untuk mengatasinya di bawah ini.

  1. Puting Payudara Sakit

Rasa sakit pada payudara memang sering terjadi pada awal menyusui, namun jika rasa sakitnya semakin parah dan bagian kulit pada puting terkelupas, berarti ada yang salah pada cara bayi menyusu. Pada umumnya, rasa nyeri pada payudara saat menyusui disebabkan karena shallow latch. Shallow latch ini terjadi jika posisi menyusui tidak benar, yaitu areola (daerah gelap pada payudara) tidak masuk ke mulut bayi, sehingga bayi hanya menghisap bagian puting. Hal inilah yang dapat menyebabkan nyeri pada puting yang selanjutnya menimbulkan luka pada puting payudara.

Solusi: Pastikan sebagian besar daerah areola masuk ke dalam mulut bayi, terutama areola di bagian bawah sehingga tekanan dari lidah dan gusi bayi ada pada daerah sekitar puting, bukan pada pusat puting yang sensitif.

1. Pembengkakkan

Pada masa-masa awal setelah melahirkan, air susu yang terbentuk pertama kali (kolostrum) yang kental dan berwarna kekuningan menjadi air susu yang matang. Jika air susu yang sudah dibentuk ini belum bisa dikeluarkan, maka payudara menjadi ‘penuh’ atau bengkak hingga membuat ibu merasa sakit atau tidak nyaman, proses menyusui lebih sulit, hingga mengakibatkan terjadinya shallow latch.

Solusi: Pompa atau keluarkan sedikit ASI sebelum menyusui agar payudara lebih lunak, sehingga puting lebih mudah dihisap oleh bayi. Jika bayi Anda menyusu dengan teratur, pada umumnya pembengkakan akan berangsur menghilang setelah 2 hari.

2. Pasokan ASI Sedikit

Pasokan ASI adalah salah satu yang paling sering dikhawatirkan oleh para ibu, karena memang sulit untuk benar-benar melihat apakah ASI yang diberikan pada anak sudah mencukupi kebutuhan nutrisinya atau belum.

Solusi: Perhatikan frekuensi asupan ASI dan pengeluarannya untuk memastikan bayi Anda memiliki asupan nutrisi yang cukup. Normalnya, bayi yang baru lahir menyusu sekitar 12 kali dalam kurun waktu 24 jam dan idealnya bayi akan mengompol sekitar 6 x setiap harinya. Jika hal tersebut terjadi pada anak, maka anak Anda mendapatkan pasokan ASI yang cukup.

Dalam dua minggu pertama setelah lahir, si kecil mungkin gagal menaikkan berat badannya dan biasanya berat badannya turun. Hal ini mungkin akan membuat ibu baru stres. Namun, fenomena turun berat badan ini sangat normal dan tidak tidak perlu dikhawatrikan, karena selama periode 2 minggu pertama, mereka hanya mengurangi berat badan dalam bentuk cairan.

Jangan lupa untuk menyusui anak dengan frekuensi yang sering untuk menstimulasi produksi ASI.

3. Kurangnya Informasi

Ketidaktahuan ibu akan apa yang normal apa yang tidak dalam proses menyusui seringkali memberikan keraguan hingga menyebabkan stress.

Solusi: Sangat penting bagi para ibu untuk memahami bahwa masa-masa awal menyusui tidaklah mudah. Hal terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan mengedukasi diri dengan pengatahuan dan informasi tentang menyusui.

oleh: wishingbaby