NewsLetter Kesuburan

Powered By Yahoo! Groups

NewsLetter ASI

Powered By Google Groups

Apakah Suntik KB Menyebabkan Rahim Kering?

KB suntik

Tidak ada istilah rahim kering. Gangguan tidak haid (Amenore) selama menggunakan KB Hormon (suntik, pil, susuk) adalah wajar karena itu pengaruh dari KB Hormonal tersebut. Obat KB ini berfungsi menekan hormon reproduksi wanita, yaitu estrogen dan progesteron.

 Suntikan KB bekerja untuk mengentalkan lendir rahim sehingga sulit untuk ditembus oleh sperma. Selain itu, Suntikan KB juga membantu mencegah sel telur menempel di dinding rahim sehingga kehamilan dapat dihindari.

Walaupun suntikan hormonal dihentikan terkadang tidak langsung berdampak (langsung bisa haid) karena akumulasi obat tadi yang tersimpan dalam lemak tubuh yang butuh waktu untuk terurai.

Walaupun telah berhenti ber-KB hormon biasanya butuh waktu tubuh untuk menguraikan obat yang terakumulasi dan biasanya membutuhkan 6 bulan lebih.

Efektivitas kontrasepsi hormonal tidak berbeda pada pasangan yang sudah mempunyai anak atau yang belum pernah memiliki anak (baru menikah). Perbedaannya adalah pada pasangan yang belum pernah memiliki anak, belum terbukti baik suami maupun istrinya memiliki sistem reproduksi yang sehat dan mampu menghasilkan kehamilan, namun sudah menggunakan kontrasepsi hormonal.

Dengan efektivitas yang sama artinya kemampuan kontrasepsi hormonal tersebut baik suntik maupun pil dapat mencegah kehamilan dan pada saat penggunaannya dihentikan, setelah masa bekerjanya habis, akan dapat menghasilkan kehamilan seperti halnya sebelum penggunaan.

Bila menggunakan kontrasepsi hormonal selama total 6 bulan, artinya kadar hormon estrogen/progesteron di dalam tubuh akan mengalami kumulasi dan akan pulih seperti sebelum penggunaan dalam kurun waktu beberapa bulan. Setelah itu kondisi tubuh akan kembali seperti saat belum menggunakan kontrasepsi.

Bila memiliki sistem reproduksi yang sehat serta melakukan hubungan seksual secara teratur maka akan mudah untuk terjadinya kehamilan. Bila ternyata sebelum menikah telah memiliki gangguan pada sistem reproduksi, atau ternyata kualitas dan kuantitas sperma suami kurang baik, maka kehamilan akan lebih sulit terjadi, dan hal ini bukan diakibatkan oleh kontrasepsi hormonal yang pernah Anda gunakan. Contohnya, suntik KB 1 bulan lebih baik daripada 3 bulan karena obat yang digunakan pada KB 3 bulan lebih kuat tingkatnya untuk mencegah terjadinya kehamilan yang menyebabkan butuh waktu lebih panjang untuk mengembalikan tingkat hormon-hormon ke posisi normal, ketika kita memutuskan untuk melepas KB dan berusaha hamil kembali.

Sebaiknya melakukan hubungan seksual rutin. Agar lebih mudah terjadinya kehamilan hubungan seksual sebaiknya dilakukan pada saat masa subur. (bisa dengan bantuan Fertile Focus). Akan lebih baik lagi apabila siklus menstruasi yang teratur, peluang untuk kehamilan juga akan lebih besar.