feritile-cm

FertileCM

Rp 380.000

FertileCM adalah suplemen untuk meningkatkan produksi lendir serviks (cervical mucus) yang berkualitas, lendir rahim yang berperan untuk kesuburan dan pembuahan karena dapat menutrisi sperma dan menfasilitasi pergerakan sperma di dalam rahim. FertileCM juga meningkatkan kepekaan seksual wanita dan memperkuat lapisan rahim untuk implantasi sel telur ke dinding rahim yang sukses.

Atau Anda dapat memesan via:
Order via WA/SMS: 0812 8211 347
Order via Line: Wishingbaby

 

In stock
Category

Product Description

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Direkomendasikan oleh Amos Grunebaum, MD, FertileCM adalah suplemen untuk meningkatkan produksi cervical mucus (CM) = lendir serviks, cairan tubuh sentral yang berperan untuk pembuahan dan kehamilan. Lendir serviks memainkan sejumlah peran dalam kesuburan, menyediakan medium yang kondusif bagi sperma untuk bertahan hidup dalam rahim untuk menuju sel telur, dan setelah pembuahan terjadi, mendukung sekresi endometrium untuk memperkuat lapisan rahim, yang keduanya dapat memperbesar kemungkinan suksesnya kehamilan. FertileCM meningkatkan kesehatan rahim wanita secara keseluruhan.

lendir-serviksLendir serviks yang subur selama ovulasi adalah penting untuk terjadinya kehamilan, membantu memproteksi dan menutrisi sprema dan memfasilitasi pergerakan sperma didalam rahim menuju tuba falopi di mana pembuahan telur akan berlangsung.

Agar pembuahan terjadi, sperma harus berenang melewati leher rahim selama kurang lebih 7 jam untuk mencapai saluran sel telur dimana pembuahan terjadi. Bahan alami didalam FertileCM menjamin kesehatan produksi lendir leher rahim, memastikan keseimbangan hormon pH didalam lingkungan rahim yang kondusif untuk pembuahan.

Secara ringkas, lendir serviks berfungsi:

  • Memfasilitasi pergerakan sperma dalam vagina, cervix dan uterus menuju tuba falopi.
  • Memberi asupan nutrisi dan melindungi sperma didalam rahim.
  • Membantu menetralkan keasaman di vagina pada masa paling subur wanita.
  • Membantu dalam mencegah infeksi di dalam vagina
  • Memfasilitasi gerakan sperma sehingga pembuahan dapat berlangsung

Jumlah dan konsistensi perubahan lendir serviks berubah-ubah selama siklus bulanan wanita

Fungsi dari lendir serviks adalah untuk mempertahankan sperma dalam medium sehat dan memfasilitasi pergerakan sperma. Oleh karena itu, selama ovulasi, terjadi peningkatan dalam lendir serviks, serta perubahan tekstur lendir serviks. Selama waktu ini, lendir serviks menjadi lebih lentur, “merenggang”, dan licin (menyerupai putih telur mentah).

Untuk mengamati lendir serviks, cukup gunakan jari yang kering dan bersih untuk memeriksa lendir serviks Anda. Pada masa tak subur, Anda biasanya akan mengamati kekeringan (atau jumlah lendir serviks yang sedikit), tekstur dan warnanya keruh.

Ketika Anda mulai dekat tanggal ovulasi Anda, lendir serviks dihasilkan dalam jumlah yang lebih besar oleh kelenjar di dalam leher rahim karena tingkat yang lebih tinggi estrogen dalam tubuh Anda. Pertama, akan ada kelembaban atau dan lendir terasa lengket, warnanya berubah menjadi putih atau krem.

Selama Ovulasi, jumlah cairan serviks akan meningkat dan penampilannya akan menyerupai “putih telur” mentah dan bersifat lebih basa pada waktu lainnya. Tekstur lendir serviks akan menjadi semakin licin, tipis dan elastis, warnanya semitransparan. Ini adalah waktu Anda yang paling subur bulan untuk hamil.

Setelah Ovulasi (fase luteal), lendir serviks yang licin dan tipis akan berkurang, dan tekstur akan sekali lagi menjadi lengket dan keruh. Kekeringan pasca-ovulasi juga dapat terjadi sebagai tingkat kenaikan progesteron dalam tubuh Anda.

Dalam penelitian, bahan-bahan alami dalam FertileCM berfungsi untuk:

  1. Secara alami dan aman membantu produksi lendir serviks (CM)
  2. Meningkatkan gairah dan rangsangan seksual.
  3. Meningkatkan hydration of the mucin[1. Musin (Mucin) adalah keluarga molekul tinggi, merupakan protein glikosilasi (glycoconjugates) yang dihasilkan oleh jaringan epitel di metazoa. Karakteristik kunci dari musin adalah kemampuannya untuk membentuk gel; karena mereka adalah komponen kunci dalam sekresi gel, berfungsi sebagai pelumas (lubrikasi) ke sel.] (likuiditas CM)
  4. Meningkatkan alkalinitas lendir serviks dan penipisan mukosa (selaput lendir)
  5. Membantu menciptakan lapisan endometrium (dinding rahim) yang baik untuk keberhasilan implantasi embrio

Bagaimana FertileCM Bekerja

1.  Membantu produksi Cervical Mucus yang berkualitas

Sebuah bahan kunci FertileCM, L-Arginine, telah dibuktikan dalam penelitian ilmiah dapat secara aman meningkatkan lendir CM saat seorang wanita berovulasi. CM merupakan pusat untuk kesuburan karena membantu transportasi, memelihara, dan melindungi sperma dalam perjalanan mereka ke telur. Kehadiran CM yang subur berkualitas juga menandai wanita sedang berada pada waktu ovulasinya, saat ia paling subur dalam sebulan.

Secara ringkas, CM berfungsi:

  1. Memfasilitasi pergerakan sperma dalam vagina, cervix dan uterus menuju tuba falopi.
  2. Memberi asupan nutrisi dan melindungi sperma didalam rahim.
  3. Membantu menetralkan keasaman di vagina pada masa paling subur wanita.
  4. Membantu dalam mencegah infeksi di dalam vagina
  5. Memfasilitasi gerakan sperma sehingga pembuahan dapat berlangsung

2. Mempromosikan Endometrium Sehat untuk Implantasi (pelekatan embrio di dinding rahim/endometrium)

Saat telur dibuahi, ia akan menempel di dinding rahim (endometrium). FertileCM dapat mendukung kesuburan dengan memfasilitasi sekresi endometrium pada masa implantasi berlangsung (fase luteal siklus wanita). Implantasi (pelekatan embrio di dinding rahim/endometrium) terjadi 7 – 10 hari setelah ovulasi (pembuahan sel sperma pada sel telur) dan menandakan awal kehamilan. Implantasi yang sukses didukung beberapa faktor seperti lapisan endometrium yang sehat. Dengan meningkatkan aliran darah ke rahim, FertileCM meningkatkan sekresi endometrium dan membantu memperkuat dinding rahim untuk implantasi telur yang dibuahi.

3. Menstimulasi Fungsi Seks

Dr Grunebaum menyarankan, “Peluang terjadinya kehamilan dapat ditingkatkan melalui bercinta pada masa subur wanita, terutama bila CM meningkat. Namun disfungsi seksual dapat menunda kehamilan.” Formula FertileCM, L-Arginine telah terbukti meningkatkan aliran darah ke daerah reproduksi, dan meningkatkan libido. Melalui peningkatan gairah seksual dan seringnya frekuensi hubungan seksual masa subur, kemungkinan kehamilan dapat ditingkatkan.

Petunjuk Penggunaan:

Sehari 3 kapsul: satu kapsul setelah makan pagi, satu kapsul setelah makan siang dan satu kapsul setelah makan malam.

  1. Tiap botol berisi 90 kapsul (persediaan 1 bulan)
  2. Hentikan penggunaan setelah kehamilan telah dicapai.
  3. Untuk mendukung manfaat FertileCM, minum setidaknya 8 gelas air setiap hari
  4. Aman dan terbuat dari bahan alami, tidak mengandung bahan kimia, pewarna dan pengawet,adalah pilihan yang lebih aman daripada obat kimia penyubur kandungan resep dokter.
  5. Jika Anda menggunakan obat kesuburan resep dokter, berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakan FertileCM.
  6. Dapat diminum bersamaan dengan FertilAid for Women.
  7. Dibuat di Amerika dengan GMP-Certified dan mutu tinggi.
Penyimpanan: Letakkan botol di suhu ruang, jangan di kulkas. Sebaiknya kapsul tidak dipindahkan dari botol aslinya (jangan diletakkan di pill box/mini capsul storage lebih dari satu hari, karena kurang kedap udara).

Studi Klinis:

Based on Nobel-Prize winning research, FertileCM is the dietary supplement designed to promote the healthy production of fertile-quality cervical mucus(CM), help build of a healthy endometrium, and increase female sexual function.

In the established studies below, key ingredients in FertileCM have been shown to:

  • Naturally and safely support the production of cervical fluids.
  • Increase arousal and sexual stimulation.
  • Increase hydration of the mucin (liquidity of mucus).
  • Promote mucus alkalinity and mucosal thinning.
  • Support a healthy endometrial lining for successful implantation of the embryo.

Key studies supporting the FertileCM formula include:

  • Morlin B, Hammarstrom M., 2005. Nitric oxide increases cervical secretion at the ovulatory phase in the female. Acta Obstet Gynecol Scand. Sep; 84 (9): 883-6

Abstract: Uterine cervical mucus is crucial for reproduction, facilitating sperm transport and survival in certain mammals. Cholinergic autonomic nervous secretory innervation has been established, and modulation of secretion by prostaglandins and non-steroidal anti-inflammatory drugs has been postulated. It has been suggested that glandular nitric oxide (NO) production is a prerequisite for the autonomic cholinergic nervous modulation of cervical, endometrial, and the seminal vesicle secretion. Most secretory genital tract cells, female as well as male, seem to display NO synthase activity. METHODS: Cervical secretion at ovulation time was studied in 10 women with regular menstruation. In an in vivo model with repeated collection of mucus samples during four 60-min periods, the amount of mucus was estimated in a control experimental series and in an experimental series following sublingual administration of the NO donor nitroglycerin. RESULTS: This administration markedly increased cervical secretion, while no changes in cervical secretion were seen in the control experimental series. CONCLUSIONS: The results suggest that NO production increases cervical secretion. Thus, cervical secretion may, apart from hormonal regulation, be influenced by the autonomic nervous system, and in addition, NO may be a prerequisite for this influence. This in turn may have implications on fertilization and fertility regulation.

  • orodeski GI., 2000. NO increases permeability of cultured human cervical epithelia by cGMP-mediated increase in G-actin. Am J Physiol Cell Physiol., May; 278(5):C942-52

Human cervical epithelial cells express mRNA for the nitric oxide (NO) synthase (NOS) isoforms ecNOS, bNOS, and iNOS and release NO into the extracellular medium. N(G)-nitro-L-arginine methyl ester (L-NAME), an NOS inhibitor, and Hb, an NO scavenger, decreased paracellular permeability; in contrast, the NO donors sodium nitroprusside (SNP) and N-(ethoxycarbonyl)-3-(4-morpholinyl)sydnonimine increased paracellular permeability across cultured human cervical epithelia on filters, suggesting that NO increases cervical paracellular permeability. The objective of the study was to understand the mechanisms of NO action on cervical paracellular permeability…. On the basis of these results, it is suggested that NO acts on guanylate cyclase and stimulates an increase in cGMP; cGMP, acting via cGMP-dependent protein kinase, shifts actin steady-state toward G-actin; this fragments the cytoskeleton and renders cells more sensitive to decreases in cell size and resistance of the lateral intercellular space and, hence, to increases in permeability. These results may be important for understanding NO regulation of transcervical paracellular permeability and secretion of cervical mucus in the woman.

  • Morlin B, Andersson E, Bystrom B, Hammarstrom M. Nitric oxide induces endometrial secretion at implantation time. Acta Obstet Gynecol Scand. Nov; 84(11): 1029-34.

Abstract. Uterine cervical secretory cells receive a sympathetic cholinergic secretomotor innervation. Glandular nitric oxide (NO) production has been proposed to be a prerequisite for muscarine-induced carbohydrate secretion from endometrial glands and cervical glands at ovulation time and from the seminal vesicle glands. Nitric oxide has also been suggested to have a significant role in the process of implantation and early pregnancy, a process, which has also been compared with an inflammatory response…. CONCLUSIONS. The results of this study suggest that glandular NO production is a prerequisite for the autonomic nervous modulation of endometrial secretion in the guinea pig and that NO may play a role in the implantation time.

Other Clinical Data and Background Research for FertileCM

The Nobel Prize in Physiology or Medicine 1998: The Nobel Assembly at the Karolinska Institute in Stockholm, Sweden, awarded the Nobel Prize in Physiology or Medicine for 1998 to Robert F Furchgott, Louis J Ignarro and Ferid Murad for their discoveries concerning “the nitric oxide as a signalling molecule in the cardiovascular system”. Aitken RJ., 2006. Sperm function tests and fertility. International Journal of Andrology Feb;29(1):69-75.

Lerman, A. et al. 1998. Long-term L-arginine supplementation improves small-vessel coronary endothelial function in humans. Circulation. 97:2123-2128. Creager M. et al. 1992. L-arginine improves endothelium-dependent vasodilation in hypercholesterolemic humans. J Clin Invest. 90:1248-1253. Moncada S., Higgs A. 1993. The LArginine –Nitric Oxide Pathway. The New England Journal of Medicine. 329 (27):2002-2012.

Bigelow JL, Dunson DB, Stanford JB, Ecochard R, Gnoth C, Colombo B., 2004. Mucus observations in the fertile window: a better predictor of conception than timing of intercourse. Hum Reprod. Apr; 19(4):889-92.

Cameron, IT and Campbell, S., 1998. Nitric oxide in the endometrium Human Reproduction Update / European Society of Human Reproduction and Embryology, Vol.4, No.5 pp.565-569

Ceric F, Silva D, Vigil P. 2005. Ultrastructure of the human periovulatory cervical mucus. J Electron Microsc (Tokyo) Oct; 54 (5): 479-84.

Dolgushin II, Telesheva LF, Savochkina AIu, Markina OV. 2004. Anti-inflammatory cytokines of cervical secretions and the blood serum in women with genital infections. Zh Mikrobiol Epidemiol Immunobiol Jul-Aug;(4):43-6.

Dunson DB, Bigelow JL, Colombo B., 2005. Reduced fertilization rates in older men when cervical mucus is suboptimal. Obstet Gynecol Apr;105(4):788-93

Fordney-Settlage D., 1981. A review of cervical mucus and sperm interactions in humans., Int J Fertil. ;26(3):161-9.

Geva E, et al. 1996. The effect of antioxidant treatment on human spermatazoa and fertilization rate in an in vitro fertilization program. Fertil & Steril 66(3):430-4.

Gianotten WL, te Velde ER., 2005. The influence of sexual function on the chance of pregnancy. Ned Tijdschr Geneeskd. May 28;149(22):1207-10.

Gorodeski GI., 2000. NO increases permeability of cultured human cervical epithelia by cGMP-mediated increase in G-actin. Am J Physiol Cell Physiol., May; 278(5):C942-52

Gruberova J, Bikova S, Ulcova-Gallova Z, Reischig J, Rokyta Z., 2006. Ovulatory mucus and its pH, arborization and spermagglutination antibodies in women with fertility disorders.,Ceska Gynekol Jan;71(1):36-40.

Fetic S, Yeung CH, Sonntag B, Nieschlag E, Cooper TG., 2006 Relationship of cytoplasmic droplets to motility, migration in mucus and volume regulation of human spermatozoa. Journal of Andrology Feb 10 2006

Frank-Herrmann P, Gnoth C, Baur S, Strowitzki T, Freundl G., 2005. Determination of the fertile window: reproductive competence of women–European cycle databases. Gynecol Endocrinol Jun; 20(6):305-12.

Kaczmarek A, Robak-Cholubek D, Sowa I, Jakiel G., 2004. Comparison of the levels of copper, zinc and iron in cervical mucus and in blood serum of women of childbearing age. Ann Univ Mariae Curie Sklodowska 59(1):72-5.

Kataranovski M, Radojcic L, Prokic V, Vojvodic D., 2004. Presence of interleukin-8 and the IL-1 receptor antagonist in the cervical mucus of fertile and infertile women. Vojnosanit Pregl Jul-Aug;61(4):359-64.

Marsden JS, Strickland CD, Clements TL. 2004. Guaifenesin as a treatment for primary dysmenorrhea. J Am Board Fam Pract. Jul-Aug;17(4):240-6.

Maul, H.; Longo, M.; Saade, G.R.; Garfield, R.E. 2003 Nitric Oxide and its Role During Pregnancy: From Ovulation to Delivery Current Pharmaceutical Design, Volume 9, Number 5, February 2003, pp. 359-380(22)

Morlin B, Hammarstrom M., 2005. Nitric oxide increases endocervical secretion at the ovulatory phase in the female. Acta Obstet Gynecol Scand. Sep; 84 (9):883-6.

Morlin B, Andersson E, Bystrom B, Hammarstrom M. Nitric oxide induces endometrial secretion at implantation time. Acta Obstet Gynecol Scand. Nov; 84(11): 1029-34

Nasir-ud-Din, Hoessli DC, Rungger-Brandle E, Hussain SA, Walker-Nasir E. 2003. Role of sialic acid and sulfate groups in cervical mucus physiological functions. Biochim Biophys Acta Oct 13;1623(2-3):53-61

Sakai M, Ishiyama A, Tabata M, Sasaki Y, Yoneda S, Shiozaki A, Saito S. 2004. Relationship between cervical mucus interleukin-8 concentrations and vaginal bacteria in pregnancy. Am J Reprod Immunol Aug; 52(2):106-12.

Scarpa B, Dunson DB, Colombo B., 2006. Cervical mucus secretions on the day of intercourse: An accurate marker of highly fertile days. European Journal Obstet Gynecol Reproductive Biololgy Mar 1;125(1):72-8

Stanford JB, Smith KR, Dunson DB. 2003. Vulvar mucus observations and the probability of pregnancy. Obstet Gynecol. Jun;101(6):1285-93.

Telesheva LF, Dolgushin II, Korobeinikova EN. 2004. Neutrophils and antioxidant activity of cervical secretion in women with the acute inflammation in the upper section of the reproductive tract. Zh Mikrobiol Epidemiol Immunobiol May-Jun;(3):90-2.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Reviews

There are no reviews yet.