NewsLetter Kesuburan

Powered By Yahoo! Groups

NewsLetter ASI

Powered By Google Groups

Kualitas Sperma Turun Karena Obat Bodybuilding Steroid

Bahaya steroid dalam body building untuk spermaSetiap laki-laki biasanya mengidamkan bentuk badan yang sempurna salah satunya six-pack untuk dapat dibanggakan sekaligus menyenangkan pasangannya. Namun, bentuk tubuh sempurna yang dicapai oleh banyak orang membutuhkan kerja keras yang disiplin, olahraga yang sistematis dan teratur serta mengatur pola makan. Tapi bagi orang yang tidak sabar, hal ini tentu dianggap sulit sehingga memilih jalan pintas dengan mengkonsumsi obat bodybuilding yang mengandung steroid, hormon tambahan untuk mempercepat pembentukan otot. Padahal, hal tersebut bisa berpengaruh terhadap kesehatan seksual mereka.

Anda mungkin sudah sering mendengar bahaya menggunakan steroid sebagai pemicu peningkatan massa otot dan ukuran otot.  Anabolik steroid yang sering disingkat dengan steroid saja, adalah bahan sintetik dari hormon testosteron. Biasanya dipakai oleh dokter sebagai terapi pengganti pada penyakit penyakit tertentu dimana produksi testosteron didalam tubuh kurang atau terjadi ketidakseimbangan hormonal pada tubuh manusia.

Saat ini steroid banyak disalah gunakan oleh sebagian masyarakat baik olahragawan maupun bukan olahragawan. Atlet sering menggunakan steroid untuk menambah kekuatannya dengan bertambahnya masa otot, juga untuk mencegah overtraining atau dapat mempercepat masa pemulihan (recovery), sehingga mereka bisa berlatih lebih berat dan lebih lama.

Steroid diketahui dapat meningkatkan massa otot dan kekuatan seseorang. Hal ini dilakukan dengan cara merangsang sel-sel dalam tubuh untuk membangun sel protein baru. Meskipun sebenarnya tubuh secara alami akan membangun protein yang dihasilkan melalui olahraga dan konsumsi makanan yang tepat. Steroid ini cenderung meningkatkan produksi protein di dalam tubuh, ekstra protein inilah yang ditambahkan dalam pembentukkan massa otot, dengan bertindak sebagai hormon alami laki-laki yang disebut dengan testoteron.

Jika steroid digunakan secara sembarangan dalam dosis tinggi, maka bisa menimbulkan masalah dan perubahan yang terjadi di tubuh. Sebagian besar orang tidak menyadari efek anabolik steroid yang ditimbulkan.

“Sekarang kan zaman maunya yang instan. Banyak yang menjual obat bodybuilding yang mengandung steroid. Ini yang kami sebut penyalahgunaan steroid,” tutur Dr. Em Yunir, SpPD-KEMD, dalam seminar media bertema Hipogonadisme pada Pria dan Masalah Keganasan Kelenjar Tiroid di Hotel Mandarin, Jakarta, Jumat (15/6/2012). Penggunaan steroid menyebabkan penggunaan secara berlebihan, yang justru menuai dampak tak baik pada kesehatan seksual.

“Pada diri seseorang sebenarnya sudah cukup kadar hormon testosteronnya, sehingga tidak perlu ditambahkan lagi tambahan hormon. Jika dia memiliki kadar testosteron tak alami yang berlebih, maka akan menekan hormon stimulasi dari otak yang mempunyai fungsi merangsang dan menumbuhkan spermatogogenesis yang berfungsi sebagai tempat pembentukan sperma yang berada pada testis. Kualitas sperma sudah pasti akan menurun,” tutupnya.

Pada penggunaan steroid, terjadi penekanan produksi hormon endogen tubuh dan bila hal ini berlangsung lama maka akan membuat kelenjar penghasil hormon tidak berfungsi dan pada pria akan menekan produksi sperma (menjadi infertil) Testosterone dalam tubuh manusia akan mengalami aromatisasi menjadi estrogen, sehingga dapat menimbulkan masalah seperti pembesaran kelenjar payudara seperti wanita.

Jenis-jenis steroid:

1. DIANABOL (methandrostenolone/methandienone)
Banyak dipakai oleh binaragawan. Mereka rata-rata  ingin cepat besar dalam waktu singkat (instant). Sangat terkenal di kalangan pemakai steroids, Efek yang dihasilkan adalah “power” kala latihan walau tidak sebesar anadrol. Harganya sangat murah sehingga banyak pemakainya dan kerap dibagi-bagikan secara gratis antar sesama teman.

2. ANADROL (oxymetholone)
Banyak dipakai untuk periode bulking dan mendapatkan power disaat latihan. Inilah jenis steroid terkuat yang pernah diciptakan manusia. Kenaikkan berat badan 4,5 Kg dalam 2 minggu adalah hal biasa, dimana sesuatu yang mustahil bila dilakukan secara manual. Hanya cocok digunakan untuk mereka yang berhubungan dengan angkat beban saja, sedangkan atlet endurance seperti sprinter, balap sepeda dan lainnya jarang memakai anadrol.

3. CLENBUTEROL
Banyak dipakai saat periode cutting, Efek yang paling dicari dari obat ini adalah thermogenic (naiknya suhu tubuh akibat membakar kalori lebih banyak dari biasanya termasuk pembakaran lemak). Dipakai oleh banyak atlet, biasa mereka pakai untuk memperjelas definisi otot dan meningkatkan kemampuan aerobic.

4. DECA (nandrolone)
Umumnya pemakai steroid jenis ini menggunakan pada segala kondisi. Mampu merangsang androgen 3-4 kali lebih kuat dibandingkan testoterone dan 2,4 kali lebih anabolik dibandingkan testoterone. Punya efek pelumas persendian yang membuat latihan lebih “pain free” sehingga mampu berlatih ber jam-jam Biasa dipakai bagi mereka yang badannya sudah terlanjur kebal karena keseringan memakai steroids.

5. CYTOMEL (T3/liothyronine sodium)
Steroid jenis cutting ini mampu menaikkan metabolisme, otomatis kalori yang terbakar lebih banyak dari biasanya termasuk pembakaran lemak. Jika terlalu sering memakainya bisa mengakibatkan ketergantungan seumur hidup seperti yang dialami body bulider internasional Frank Zane.

6. ANAVAR (oxandrolone)
Bisa dipakai untuk segala keperluan. Dibandingkan dengan steroid lainnya anavar tergolong paling aman. Tidak menyebabkan aromatisasi dan bisa menyembuhkan luka. Mampu menurunkan nafsu makan (cocok buat diet), pemakaian tidak terbatas pada kalangan angkat beban saja tapi semua cabang olah raga. Mereka yang memakai umumnya dapat “power” kala latihan tanpa harus menaikkan berat badan.

Walaupun steroid bisa membentuk tubuh yang “cepat gede” dalam waktu singkat, namun lambat laun tubuh mulai memproduksi lebih sedikit testosteron alami yang dapat mengakibatkan testis mulai menyusut, akan berpotensi pada impotensi dan mengurangi jumlah sperma. depresi, peningkatan resiko kanker hati, peningkatan tekanan darah dan kolesterol, kram perut, mimisan, ketidakpekaan terhadap insulin, diare, mual, muntah, sembelit, pembesaran prostat sehingga menimbulkan gangguan dalam berkemih (resiko kanker prostat), dan juga dari sisi dermatologi dapat meningkatan produksi sebum kulit yang menimbulkan jerawat secara luas dan menimbulkan kebotakan pada pria.

 oleh: wishingbaby