NewsLetter Kesuburan

Powered By Yahoo! Groups

NewsLetter ASI

Powered By Google Groups

Saat Periode Menstruasi Menunjukkan Ada Masalah

Oleh Stephanie Watson, WebMD.

Seperti yang mungkin Anda pelajari kembali di sekolah menengah, menstruasi adalah siklus bulanan yang normal yang dialami setiap wanita. Meskipun kadang-kadang bisa tidak nyaman pada dua-tiga hari pertama, haid adalah cara tubuh Anda memberitahu Anda bahwa sistem reproduksi anda bekerja dengan benar.

Sama seperti setiap wanita adalah unik, periode setiap wanita memiliki keunikan tersendiri. Beberapa waktu yang pendek, yang lain adalah panjang. Ada yang berat, ada pula yang ringan.

Apakah ada yang disebut “Periode Normal”?
Tidak tentu juga. Rata-rata siklus menstruasi wanita lamanya 28 hari, dan menstruasi berlangsung selama 3-5 hari; namun ada juga variasi siklus menstruasi yang berbeda antara wanita satu dengan lainnya.

“Tiga hari adalah normal bagi wanita A, sementara bagi wanita B lamanya 7 hari,” ujar Franklin Loffer, wakil presiden eksekutif dan direktur medis AAGL (American Association of Gynecologic Laparoscopists). Sama halnya dengan hal ini, banyaknya menstruasi juga berbeda-beda antara wanita yang satu dengan yang lain.

Namun ada beberapa pertanda menstruasi yang perlu Anda perhatikan:

Periode Anda Semakin Jarang atau Berhenti

 Pertanyaan pertama ketika Anda tak lagi menstruasi adalah — Berapa umur Anda?

Penyebab dari ketiadaan siklus menstruasi (amenorrhea) salah satunya karena umur. Wanita diatas umur 40/50 tahun ada yang sudah mengalami perimenopause, periode yang mendahului masa menopause. Ketika ovarium anda semakin sedikit memproduksi estrogen, siklus menstruasi Anda akan semakin jarang. Lamanya mens juga akan semakin cepat dan mens yang keluar juga lebih sedikit pada saat perimenopause ini. Ketika Anda tidak lagi mendapatkan mens selama 12 bulan penuh (tapi anda tidak baru hamil/melahirkan/menyusui), berarti Anda telah menopause. Umur rata-rata wanita mulai menopause adalah 51 tahun, ujar Loffer.

Penyebab lain dari siklus mens yang tidak hadir adalah olahraga yang terlalu berat. Para atlit wanita berlatih terlalu keras sehingga 5% – 25% dari mereka menstruasinya tidak teratur atau terhenti. Fenomena ini umum terjadi pada penari balet dan pelari. Latihan intens mempengaruhi produksi hormon reproduksi yang mengatur jadwal menstruasi.

Alasan lain, adalah eating disorders (perubahan pola makan), termasuk didalamnya anorexia. Saat Anda menjalani diet yang memotong kalori Anda secara mendadak dan jumlah banyak, hal ini menekan pelepasan hormon yang tubuh Anda butuhkan untuk berovulasi.
Penyebab lainnya juga meliputi:

  • Kelainan tiroid/gangguan kelenjar hipofisis
  • Gangguan hipotalamus (daerah otak yang mengatur hormon reproduksi)
  • Menyusui
  • Obesitas
  • Kontrasepsi oral (pil KB)
  • Stress
  • PCOS dan ketidakseimbangan hormon lainnya
  • Kelainan rahim

Siklus Menstruasi Anda Lebih Berat (Banyak) daripada Biasanya

Saat Anda menstruasi, anda kehilangan zat besi. Tubuh anda membutuhkan zat besi untuk memproduksi hemoglobin, molekul yang membantu sel darah merah Anda mentransportasikan oksigen ke seluruh tubuh. Tanpa zat besi (iron) yang cukup, jumlah sel darah merah Anda akan drop, menyebabkan anemia. Tanda-tanda anemia meliputi sesak nafas, kulit pucat, dan lemah, lesu, sering pusing. Bila menstruasi Anda lebih banyak daripada biasanya, anda bisa menemui dokter untuk melakukan pengecekan darah untuk memastikan bahwa anda tidak defisiensi zat besi, saran Ginsburg. Anda mungkin membutuhkan suplemen yang mengandung zat besi untuk mencegah anemia. Ada juga beberapa kondisi yang dapat meningkatkan aliran menstruasi, meliputi:

  • Polip / fibroid uterus
  • Keguguran / kehamilan ektopik
  • Penggunaan obat-obatan tertentu (termasuk pengencer darah/steroid)
  • Perubahan KB
  •  Kanker rahim

Anda dapat mengukur seberapa berat periode Anda adalah dengan berapa banyak  pembalut yang Anda gunakan. Bila Anda harus mengganti pembalut anda sejam sekali karena banyaknya darah yang keluar, mungkin Anda harus memeriksakan diri ke dokter.

Bila Anda sedang KB, menggunakan pil KB sedikit-banyak bisa mengurangi pendarahan tersebut. Jika Anda menggunakan spiral (IUD) untuk kontrasepsi, dokter bisa memasukkan IUD yang bisa melepaskan hormon Mirena yang membantu mengurangi pendarahan. Pilihan lain adalah pil Lysteda, pil yang membantu menghentikan pendarahan dengan meningkatkan pembekuan darah. Bila pendarahan terus berlanjut, dokter kandungan Anda bisa merekomendasikan Anda untuk melakukan pengecekan ultrasound atau test lainnya untuk mengindentifikasi masalah.

Menstruasi Disertai Rasa Sakit Berkepanjangan

 Saat Anda sedang mens, tentu tidak senyaman biasanya. Di dua-tiga hari pertama, banyak wanita merasakan kram perut saat rahim berkontraksi untuk mengeluarkan darah menstruasi. Selanjutnya, sudah tidak begitu sakit lagi, paling hanya rasa sedikit tidak nyaman namun tidak sampai mengganggu aktifitas. Namun, pada beberapa wanita, rasa sakit itu begitu menyiksa dan berkepanjangan sehingga mereka tidak mampu turun dari tempat tidur sampai menstruasi mereka selesai. Gejala ini disebut dysmenorrhea (menstruasi yang menyakitkan). Hal ini dapat dibarengi gejala lain, termasuk diare, mual, muntah, sakit kepala, rasa sakit di punggung bawah, dll. Untuk mengetahui apa penyebabnya, dokter biasanya melakukan Pap’s Smear, Ultrasound atau Laparoskopi.

Dokter bisa memberikan vitamin D yang bisa meredakan rasa sakit menstruasi atau obat jenis NSAID (Nonsteroidal anti-inflammatory) tidak hanya mengurangi rasa sakit, namun juga mencegah tubuh memproduksi prostaglandin, senyawa kimia yang menstimulasi rahim Anda terus berkontraksi selama menstruasi Anda. Atau bila Anda tidak sedang merencanakan kehamilan, pil KB atau spiral KB umum disarankan untuk mengurangi nyeri menstruasi Anda yang diluar kewajaran. Untuk kasus fibroid atau endometriosis, kadang-kadang diobati dengan operasi.

sumber: wishingbaby