NewsLetter Kesuburan

Powered By Yahoo! Groups

NewsLetter ASI

Powered By Google Groups

Sudah Benarkah Cara Anda Menyimpan ASI Perah?

17Sebagai ibu yang juga bekerja di luar rumah, ibu harus menyimpan ASI agar si kecil tetap mendapatkan asupan gizi yang cukup. Namun, agar ASI yang disimpan tetap berkualitas, maka Anda harus melakukan penyimpanan dengan cara yang benar. Ikuti tips menyimpan ASI perah berikut ini agar ASI Anda tidak menurun kualitasnya saat diberikan pada buah hati.

  • siapkan tempat penampung ASI yang mudah disterilkan, biasanya berupa botol bertutup rapat yang terbuat dari gelas tahan panas dengan volume yang disesuaikan pada kebutuhan bayi untuk sekali minum, misalnya 125 ml.
  • Bila ASI perah akan diberikan kurang dari 6 jam, maka tidak perlu disimpan di lemari pendingin. Sebaiknya jangan menyimpan ASI di suhu kamar lebih dari 3 atau 4 jam.
  • Bila perlu disimpan selama 24 jam, segera masukkan ASI perah ke dalam lemari pendingin pada suhu 4 derajat celcius (jangan sampai beku).
  • Bila ASI perah akan digunakan dalam waktu 1 minggu atau lebih, maka ASI perah tersebut harus segera didinginkan dalam lemari pendingin selama 30 menit, lalu dibekukan pada suhu -18 derajat celcius atau lebih rendah. ASI yang sudah dibekukan dapat disimpan antara 3 – 6 bulan.
  • Bila mungkin, simpanlah ASI di lemari pendingin bagian tengah, atau di bagian terdalam freezer, karena lokasi-lokasi tersebut memiliki temperatur yang lebih dingin dan konstan
  • Jangan menyimpan ASI pada rak yang menempel di pintu lemari pendingin karena temperatur di tempat ini mudah berubah ketika pintu dibuka dan ditutup.
  • Beri label setiap wadah ASI yang berisi keterangan kapan ASI tersebut diperah.
  • Jangan mengisi penuh wadah penampung ASI, karena ASI akan memuai saat membeku. Sisakan kurang lebih ¼ bagian kosong.
  • ASI yang telah dihangatkan tidak boleh didinginkan lagi untuk diberikan pada bayidi waktu minum berikutnya.
  • Pembekuan yang lama (lebih dari 6 bulan) dapat mengubah komposisi kimia ASI, seperti terjadi penguraian beberapa senyawa lemak dan hilangnya beberapa senyawa yang berfungsi melawan organisme berbahaya. Risiko kontaminasi juga tinggi, jika tiba-tiba listrik padam sehingga susu cair dan dibekukan kembali.

oleh: wishingbaby