NewsLetter Kesuburan

Powered By Yahoo! Groups

NewsLetter ASI

Powered By Google Groups

Kekeringan Vagina dan Infertilitas

Apakah Anda tahu bahwa lendir serviks yang subur penting untuk kehamilan dan bahwa 75% wanita yang berusaha hamil mengalami kekeringan vagina karena stress bercinta? Kekeringan vagina mungkin adalah salah satu alasan mengapa Anda belum hamil.

Lendir serviks adalah media didalam rahim wanita untuk transportasi sperma menuju sel telur. Agar terjadi pembuahan, sperma harus berenang melewati leher rahim dan rahim dan akhirnya ke tuba falopi (saluran sel telur) di mana pembuahan terjadi. Lendir serviks melindungi sperma dari lingkungan asam vagina. (Asam vagina bisa mencegah sperma untuk bergerak maju. Lendir serviks menyediakan tempat bagi sperma sehingga dapat dilindungi dari asam ini). Ia membantu sperma berenang didalam vagina menuju saluran sel telur. Ia juga membantu menyaring sperma yang abnormal, mencegah sperma yang tak normal ini untuk membuahi sel telur. Tanpa lendir serviks yang memadai, sulit bagi sperma untuk sukses mencapai sel telur.

Faktor-faktor tertentu bisa berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas lendir serviks yang diproduksi dan karena itu mempengaruhi peluang kehamilan Anda. Beberapa faktor mungkin akibat hormon, gaya hidup dan pengaruh obat-obatan, diantaranya:

  1. Obat-obatan seperti antihistamin dan diuretik
  2. Obat kesuburan jenis Clomid
  3. Obat penenang
  4. Antibiotik
  5. Infeksi Vagina atau PMS
  6. Obesitas
  7. Kurang asupan gizi (karena diet tertentu) dan Dehidrasi
  8. Lubrikan (pelumas) yang tidak ramah terhadap sperma
  9. Gangguan ovarium
  10. Baru saja stop KB (suntik/pil)

Memperbaiki Kualitas Lendir Serviks

Selain mengatasi hal-hal diatas, hal selanjutnya yang dapat dilakukan adalah dengan minum lebih banyak air untuk mendorong tubuh memproduksi cairan lendir serviks guna mengatasi kekeringan ini. Lendir serviks adalah hidrogel, 90%nya terbentuk oleh air.

Selanjutnya bisa ditambahkan dengan asupan nutrisi yang mendukung pembentukan lendir serviks yang berkualitas, diantaranya adalah:

FertileCM, meningkatkan cervical mucus1. L-Arginine, telah dibuktikan dalam penelitian ilmiah dapat secara aman meningkatkan lendir serviks saat seorang wanita berovulasi. Fungsi utama L-Arginine melibatkan metabolisme protein dan nitrogen. L-Arginine membantu produksi Nitric Oxide (NO) yang dapat mendorong sekresi endometrium (menciptakan dinding rahim yang sehat) selama waktu implantasi. Dalam satu studi utama, Nitric Oxide meningkatkan sekresi endometrium pada wanita yang mengkonsumsi suplemen pada kelompok uji, sementara tidak ada perubahan sekresi serviks terlihat pada kelompok kontrol. Nitric Oxide meningkatkan aliran darah ke rahim, ovarium, dan organ kelamin, juga relaksasi otot disekitar vagina, sehingga meningkatkan libido dan sensasi rangsangan seksual.

2. Vitamin C (asam L-askorbat) adalah vitamin dan antioksidan penting dan kunci fungsi sel yang sehat. Dalam formula FertileCM, vitamin C telah dimasukkan untuk membantu peningkatan hidrasi (atau likuiditas) dari lendir serviks. Sebagai antioksidan, asam L-askorbat telah ditunjukkan untuk memodulasi struktur musin dengan mengurangi ikatan tembaga pada sialic acid.  Hal ini akan mengakibatkan peningkatan hidrasi (likuiditas) dari musin oleh asosiasi molekul air dengan molekul uncomplexed sialic acid dari glikoprotein. Hasil akhir dari interaksi biologis yang kompleks ini terbukti meningkatkan hidrasi musin.

3. Coral Calcium membantu menciptakan kadar pH lendir yang tepat (alkanitas/basa) dan membantu mengurangi keasaman vagina yang membahayakan sperma selama fase ovulasi.

4. Lactobacillus adalah organisme yang diperlukan untuk lingkungan vagina yang sehat. Tidak adanya Lactobacillus pada vagina dapat menyebabkan suatu lingkungan yang bermusuhan dengan sperma dan lebih jauh terkait dengan masalah ketidaksuburan dan infeksi. FertileCM berisi Lactobacillus untuk membantu mendukung kesehatan reproduksi wanita dan mendukung lingkungan yang sehat di vagina.

5. Ekstrak biji anggur adalah antioksidan yang membantu menghambat oksidasi asam askorbat dan dengan demikian memaksimalkan vitamin C. Antioksidan memainkan peran kunci dalam memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh lingkungan dan penuaan – dan dalam mencegah kerusakan sel dan penurunan fungsi organ akibat radikal bebas oksidasi. Adanya peningkatan antioksidan dalam CM dapat memberikan perlindungan tambahan dan dukungan untuk sperma.

6. N-asetilsistein (NAC) adalah prekursor glutathione, antioksidan penting yang secara alami diproduksi dalam tubuh. NAC telah aman telah digunakan selama lebih dari 30 tahun sebagai mucolytic – agent yang melarutkan lendir tebal dan menipiskan sekresi lendir secara keseluruhan. Dalam studi, NAC telah ditunjukkan untuk menipiskan lendir dan detoksifikasi bahan berbahaya dalam tubuh.

Semua bahan diatas terdapat pada FertileCM, yang dikembangkan oleh Dr. Amos Grunebaum, pakar fertilitas terkemuka.

Lendir serviks punya ciri khas, bentuknya berubah sesuai dengan jadwal ovulasi. Awalnya berbentuk adalah gel kental dengan pH rendah. Saat ovulasi, lendir serviks menjadi lebih basa (ph tinggi) dan strukturnya berubah menjadi semakin licin, tipis elastis dan berwarna transparan layaknya putih telur. Hal ini memungkinkan sperma untuk berenang melalui lendir. Biasanya, volume lendir serviks juga meningkat 5 kali lipat pada ovulasi.

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, lendir serviks merupakan hidrogel yang terdiri dari 90% air, dan fungsi utamanya sebagai medium transportasi sperma dan melindungi serta menutrisinya selama perjalanan panjang sperma menuju sel telur. Selain air, lendir serviks juga terdiri atas protein gula yang dikontrol hormon yang berubah saat ovulasi (terutama estrogen). Kandungan gula ini meningkatkan kapasitas lendir untuk menahan air, memperluas jarak serat dan memungkinkan migrasi sperma. Secara keseluruhan, perubahan ini memungkinkan sperma untuk berenang cepatmelalui leher rahim dan melanjutkan ke tuba fallopi untuk fertilisasi.

Clomid menyebabkan masalah signifikan pada kekeringan vagina dan produksi  fungsi lendir serviks. Secara spesifik, beberapa studi menunjukkan bahwa Clomid menyebabkan penurunan pada: volume, kualitas lendir serviks dan penetrasi sperma pada lendir serviks.

Wanita yang mengkonsumsi Clomid juga memiliki peningkatan kekeringan vagina, yang dapat menyebabkan nyeri dan mengurangi kenikmatan hubungan seksual bagi kedua belah pihak (yang akan menurunkan jumlah sperma). Untuk mengatasinya, mereka menggunakan lubrikan (pelumas) untuk menambah cairan vagina, yang tanpa mereka sadari justru membahayakan sperma. Untunglah sekarang ada Pre-Seed, lubrikan yang dapat menambah cairan vagina tanpa membahayakan sperma.  Dr. JE Ellington, penerima Penghargaan International Young Andrologist Award tahun 2003 untuk penelitiannya pada physiology sperm-Fallopian Tube, menemukan Pre-Seed dalam usahanya membantu pasangan-pasangan yang infertil. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut tentang Preseed.

Antihistamines, formula yang umum dipakai pada obat batuk seperti Benadryl, bisa mempengaruhi lendir serviks. Obat-obatan yang mengandung Antihistamines bisa mengurangi jumlah lendir serviks yang anda produksi, dan cenderung membuatnya menjadi tebal sehingga menyulitkan sperma untuk berenang.

sumber : wishingbaby