NewsLetter Kesuburan

Powered By Yahoo! Groups

NewsLetter ASI

Powered By Google Groups

Gaya Hidup yang Mengikis Kesuburan

Gaya hidup yang tidak sehat tidak hanya memperburuk kesehatan tubuh dan kulit saja, tetapi menurunkan kesuburan Anda. Jadi jangan heran jika Anda tidak kunjung hamil padahal sudah menikah bertahun-tahun walaupun diagnosa yang diberikan oleh Dokter Kandungan menyatakan kondisi Anda normal.

Merokok menjadi salah satu gaya hidup tidak sehat. Sebuah studi menemukan bahwa wanita yang merokok membutuhkan waktu yang lebih lama untuk hamil bahkan kemungkinan kehamilan bisa menurun hingga 40 persen!

Gaya hidup lain yang tidak sehat adalah minum alkohol. Sebuah penelitian di Denmark yang melibatkan 430 pasangan yang ingin memiliki anak. Hasil penelitian tersebut menyatakan kemampuan wanita memiliki anak menurun seiring semakin seringnya ia mengkonsumsi alkohol.

Bagi wanita, kafein juga bertanggung jawab dalam minimnya tingkat kesuburan Anda. Kopi yang sering membuat kita terjaga saat mengantuk ternyata menegangkan pembuluh darah dan menegangkan aliran darah ke rahim sehingga menyulitkan terjadinya pembuahan seperti dilansir Health 24.

Pria penyuka soft drink sebaiknya mulai mengurangi hobinya itu. Laki-laki yang sering mengonsumsi soft drink menghasilkan sperma 30 persen lebih rendah dibandingkan yang tidak mengonsumsi soft drink.

Hasil studi di Denmark menunjukkan laki-laki yang mengonsumsi 1 liter atau lebih soft drink setiap hari bisa berbahaya bagi spermanya. Padahal selama ini soft drink diketahui hanya memicu diabetes atau merusak organ di tubuh. Tapi kini hasil studi menunjukkan pria penyuka soft drink memproduksi jumlah sperma yang lebih sedikit. Badan kesehatan dunia (WHO) menuturkan laki-laki yang memiliki jumlah sperma sedikit, umumnya berisiko lebih tinggi menjadi infertile (tidak subur).

Dalam penelitian ini lebih dari 2.500 laki-laki muda dilibatkan. Ternyata hasil penelitian menunjukkan laki-laki yang tidak minum softdrink memiliki kualitas sperma yang lebih baik, yaitu rata-rata sebanyak 50 juta sperma per mililiter air mani dan cenderung memiliki gaya hidup yang sehat.

Sebaliknya sebanyak 93 laki-laki muda yang mengonsumsi lebih dari 1 liter soft drink dalam sehari hanya memiliki 35 juta sperma per mililiter air mani. Laki-laki yang sering minum soft drink cenderung sering mengonsumsi junk food dan sedikit makan buah serta sayur.

Dalam American Journal of Epidemiology, peneliti mencatat bahwa kafein dalam kopi atau teh tidak mempengaruhi penurunan kualitas sperma yang menonjol. Sebaiknya kafein dalam kandungan soft drink bisa menurunkan jumlah sperma yang signifikan.

Selain itu paparan polusi dan stress juga merupakan salah satu faktor yang menyebabkan menurunnya kesuburan, hal ini memang tidak bisa dihindari karena kita harus keluar rumah untuk bekerja maupun beraktivitas.

Oleh karenanya FertilAid diciptakan untuk membantu pasangan yang sedang TTC (Trying to Conceive/berusaha untuk hamil) dengan cara meningkatkan kesuburan. Kandungan-kandungan vitamin didalam FertilAid membantu penggunanya untuk mencapai tingkat kesuburan yang optimal sehingga meningkatkan presentase terjadinya kehamilan. Dalam kondisi kurang vitamin yang menunjang kesuburan, harapan untuk terjadinya kehamilan akan semakin jauh.

Banyak pasangan yang berasumsi dan berharap setelah mengkonsumsi FertilAid dalam waktu singkat akan langsung terjadi kehamilan, sehingga setelah mereka mengkonsumsi FertilAid dalam 1-2 bulan dan tidak terjadi kehamilan dalam jangka waktu tersebut, mereka menghentikan mengkonsumsi FertilAid. Hal ini sangat disayangkan karena FertilAid bukanlah obat hamil, tetapi suplement yang membantu pasangan mencapai tingkat kesuburan yang optimal sehingga kemungkinan terjadinya kehamilan meningkat. Selain itu FertilAid melengkapi kebutuhan vitamin krusial seperti asam folat yang harus dicukupi ibu yang hendak hamil, karena umumnya wanita telat mengetahui kehamilannya, saat janin terbentuk di minggu-minggu awal, asam folat yang cukup dibutuhkan perkembangan janin untuk mencegah terjadinya cacat syaraf.

Untuk mencapai tingkat kesuburan yang optimal setelah sekian lama terpapar dengan faktor-faktor penyebab penurunan kesuburan diatas dibutuhkan waktu yang memadai. Fairhaven Health USA menyarankan untuk mengkonsumsi FertilAid awalnya selama 3 bulan untuk mencapai kondisi tingkat kesuburan yang normal. Untuk beberapa pengguna waktu yang dibutuhkan bisa lebih lama tetapi ditemukan juga pada beberapa pengguna lainnya waktu yang dibutuhkan lebih cepat dari 3 bulan.

Konsep dasar dalam mengkonsumsi FertilAid sama dengan konsep dasar dalam mengkonsumsi suplement lainnya. Sebagai contoh, untuk seorang penderita kolesterol atau diabetes dibutuhkan waktu untuk mencapai kondisi yang normal pada saat mereka mengkonsumsi suplement khusus untuk penderita kolesterol dan diabetes, biasanya membutuhkan waktu berbulan-bulan. Jika mereka mengkonsumsi dalam jangka waktu singkat, effect yang ditimbulkan hampir tidak ada, bahkan jika mereka menghentikan mengkonsumsi suplement tersebut, tingkat kolesterol dan diabetes mereka akan kembali ke tingkat awal.

Hal diatas juga berlaku hampir sama dengan FertilAid. Jika pengguna mengkonsumsi hanya dalam waktu singkat atau menghentikan mengkonsumsi sebelum terjadinya kehamilan, maka kondisi tingkat kesuburan mereka akan kembali menurun, dikarenakan hampir setiap saat mereka terpapar dengan faktor-faktor diatas seperti polusi, tingkat stress, asap rokok, makanan dan lain-lain.

Karena itu Fairhaven Health menyarankan untuk setiap pasangan yang berencana untuk mendapatkan kehamilan untuk melakukan perencanaan yang baik dimana didalam perencanaan tersebut termasuk juga dengan mengurangi bersentuhan dengan faktor-faktor penyebab menurunnya kesuburan, mengetahui dengan pasti waktu ovulasi dan melakukan hubungan diwaktu tersebut serta tetap menjaga tingkat kesuburan dengan mengkonsumsi suplement dan makanan pendukung secara teratur. Perlu juga diketahui bahwa masa ovulasi dari wanita hanya 1 kali dalam 1 bulan, sehingga mengetahui pasti kapan masa ovulasi terjadi sangatlah penting, karena masa sel telur/ovum untuk dapat dibuahi oleh sperma pada waktu paling subur itu saja, lewat setelah masa itu semua persiapan menjadi sia-sia.

Diatas dari semua itu, terjadinya kehamilan merupakan rahmat dan berkat dari Tuhan Yang Maha Esa, tanpa izinNya, segala yang kita lakukan tidak akan berarti apa-apa. Tetapi Tuhan Yang Maha Esa pasti akan memberikan jalan dan rahmat untuk orang-orang yang telah berusaha untuk mencapai apa yang mereka harapkan.

sumber : wishingbaby