Membangun Hubungan Sehat dengan Pasangan Saat Mencoba untuk Hamil

Mencoba Hamil

Kita semua telah mendengar bahwa pria berasal dari Mars dan wanita dari Venus.
Bagaimana cara membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan pasangan ketika kita sedang berusaha untuk hamil?

Nicole merasa frustasi. “Ini semua salahmu!”, ucapnya dengan nada pahit kepada suaminya, ketika ia tak kunjung hamil. Suaminya, Jason, memang pernah menjalani operasi vasektomi pada pernikahan pertamanya dahulu, namun saat menikah dengan Nicole, ia sudah menjalani operasi vasectomy reversal untuk memulihkannya, dan sejak saat itu, mereka telah mencoba hamil. Lalu mengapa Nicole tidak merasa bahagia akan apa yang telah dilakukan suaminya?

Nicole sangat menginginkan bayi. Tapi dia menyadari pernikahannya menderita ketika seks menjadi pekerjaan rumah dan dia mulai menebak-nebak seberapa besar niat Jason dalam memiliki anak. Semakin dia menuntut, semakin Jason tidak antusias, dan hal ini membuat ia stress.

Atas saran seorang rekan, Nicole mencari bantuan dari seorang pakar Mind-Body Group di daerahnya. Di sana, ia belajar bagaimana meningkatkan komunikasinya dengan suaminya. Disana ia mendapatkan beberapa saran yang baik.

Wanita biasanya sangat senang ketika ia mengetahui sebuah informasi atau tips baru mengenai kesuburan dan kehamilan. Namun mereka kecewa ketika suami mereka menanggapinya datar saja. Lalu mereka berasumsi bahwa suami mereka tidak begitu menginginkan bayi.

Sebenarnya, hal itu tidak benar. Wanita adalah mahluk multitasking, yang mampu memikirkan dan mengerjakan banyak hal secara bersamaan. Pikiran pria bekerja dengan cara yang berbeda. Mereka sulit menerima bermacam-macam informasi dari luar, mengenai segala hal pekerjaan atau kelangsungan bisnis mereka. Para ahli mengatakan bahwa seorang suami akan menolak menanggapi saat ia merasa “penuh”—tidak hanya mengenai ide bagaimana mempunyai anak, namun pada segala informasi baru lainnya.

Respons pria pada proses untuk mencapai kehamilan berbeda dengan wanita. Bila ia tidak terlihat antusias pada ide Anda, jangan berasumsi bahwa ia tidak tertarik. Mungkin kita perlu menunggu waktu yang tepat. Tanyakan kepadanya kapan waktu kosongnya untuk sharing apa yang telah Anda ketahui.

Jangan obsesif dengan selalu membicarakan topik tentang mempunyai bayi bersama pasangan. Ingatlah bahwa usaha menuju kehamilan adalah salah satu aspek dalam kehidupan. Jangan lupa untuk berolahraga, membaca, rileks, keluar bersama teman-teman dan bergembira dalam kehidupan sehari-hari.

Ketika Nicole telah mengatasi rasa kecewanya terhadap Jason, mereka mulai berkomunikasi dengan lebih rileks dan tidak lagi saling menyalahkan. Dan setelah mereka berusaha selama satu tahun, Nicole akhirnya hamil!

sumber : wishingbaby