PCOS dan Resistensi Insulin

Resistensi Insulin

 

Sejumlah besar wanita yang mengalami masalah dengan kesuburan juga menderita kondisi medis yang dikenal sebagai sindrom ovarium polikistik (PCOS).  PCOS mempengaruhi sebanyak 1 dari 5 wanita usia reproduksi, dan kebanyakan dari wanita ini akan mengalami kesulitan hamil.

Sementara masih banyak hal yang harus dipelajari mengenai PCOS, sekarang dipercaya bahwa gejala yang tercantum di atas, termasuk pengembangan beberapa kista di indung telur, muncul ketika ovarium dirangsang untuk menghasilkan hormon-hormon pria dalam jumlah yang sangat berlebihan, terutama testosteron. Dan, apa yang merangsang ovarium untuk menghasilkan sejumlah besar hormon normal laki-laki? Jawabannya: Insulin.

Apa artinya resisten insulin?

Setiap orang butuh gula dan lemak untuk energi. Gula yang dimaksud disini adalah glukosa yang dibutuhkan oleh tubuh untuk diolah jadi energi. Tetapi untuk bisa menjadi energi dibutuhkan insulin yang bertugas untuk menembus sel agar glukosa bisa masuk kedalam sel.

Insulin adalah hormon yang dihasilkan oleh pankreas dan berpartisipasi dalam metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein. Pada permukaan setiap sel tubuh terdapat reseptor insulin, pintu kecil yang membuka dan menutup untuk mengatur aliran glukosa (gula yang digunakan oleh sel tubuh untuk energi) ke dalam sel. Reseptor ini diaktifkan oleh insulin.

Resistensi Insulin

Andang Gunawan, pakar food combining  pernah menggunakan analogi yang mudah dipahami dalam menerangkan insulin. Menurut Andang, insulin itu ibarat kunci mobil yang akan anda gunakan untuk menghidupkan mobil, tetapi kunci tidak bisa masuk karena ada  permen karet yang menyumbat didalam lubang kunci. Jadi insulin sendiri bukan masalahnya, yang jadi masalah adalah penyumbat atau permen karet di lubang kunci itu yang menyebabkan glukosa tidak bisa masuk dan berkeliaran didalam darah.

Saat glukosa menumpuk, tubuh merespon dengan memproduksi insulin, semakin banyak glukosa semakin banyak pula insulin diproduksi. Dengan berjalannya waktu, tubuh tak mampu lagi memproduksi cukup insulin untuk mengatasi sumbatan itu. Karena sel tidak memperoleh glukosa yang dibutuhkan, maka tumbuh menjadi lemas, rasa berkunang-kunang, penglihatan gelap, berkeringat dingin bahkan bisa pingsan.

Sementara karena glukosa tidak bisa masuk kedalam sel, dia akan berkeliaran dalam darah.

Menumpuknya glukosa dalam darah secara perlahan akan merusak pembuluh-pembuluh darah. Apabila tumpukan glukosa ada pembuluh darah ke mata bisa berakhir dengan kebutaan, menumpuk di ginjal bisa menyebabkan kegagalan fungsi ginjal, menumpuk di jantung bisa menyebabkan serangan jantung, menumpuk disaraf tepi atau mungkin menyumbat aliran darah ke alat vital, Mr. P alias terjadi disfungsi seksual.

Keadaan menumpukkan glukosa dalam darah ini dikenal sebagai Diabetes tipe 2. Diabetes ini bukan jenis keturunan, sehingga biasanya bisa diatasi cukup dengan bergaya hidup sehat.

 Tetapi, meski tidak menyebabkan penderitanya meninggal, diabetes tetap meningkatkan risiko:

•    Stroke
•    Kebutaan
•    Serangan jantung
•    Gagal ginjal
•    Saraf rusak
•    Amputansi kaki/tungkai
•    Disfungsi seksual

Peningkatan produksi insulin pada wanita, bisa menyebabkan penyakit kista indung telur atau yang disebut polycistic ovary syndrome (PCOS). Wanita dengan PCOS berisiko tinggi terhadap diabetes tipe 2, yang berisiko ke penyakit jantung.

Wanita yang memiliki PCOS sering memiliki reseptor insulin yang tidak berfungsi efisien. Hal ini menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai resistensi insulin, yang memaksa pankreas untuk memproduksi insulin lebih banyak dan lebih untuk mendorong glukosa ke dalam sel. Tingkat insulin tinggi memiliki efek merugikan yang dijelaskan di atas. Diperkirakan bahwa antara 30-50% dari wanita dengan PCOS pengalaman resistensi insulin.

Insulin yang meningkat dalam tubuh dihasilkan sebagai respons terhadap resistensi insulin berakhir memicu perubahan hormon seks, terutama peningkatan testosteron dalam aliran darah seorang wanita.

Banyak wanita yang didiagnosis dengan PCOS memiliki beberapa kista kecil di ovarium mereka, yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon dan  ketidakteraturan menstruasi. Tapi, kehadiran kista pada indung telur adalah salah satu dari tanda-tanda sindrom ini.

Gejala-gejala PCOS mencakup:
•    Haid tidak teratur
•    Kegemukan
•    Jerawat
•    Hirsutisma (bulu wajah dan tubuh berlebihan), karena berlebihan hormon pria
•    Kolesterol tinggi
•    Mudah lelah
•    Dorongan seks menurun
•    Infertilitas
•    Sleep apnea (kesulitan bernafas dalam tidur)
•    Gangguan tiroid
•    Depresi
•    Kecemasan (anxiety)
•    Rambut rontok

Penyebab Resistensi Insulin

Hanya sebagian kecil kasus resistensi insulin yang merupakan faktor genetik. Hanya saja, orang yang mempunyai garis keturunan terkena diabetes harus lebih waspada dalam mengelola kadar gula darahnya.

Tapi ada kontributor penting lainnya. Salah satu yang paling penting adalah ditemukan oleh para peneliti menggunakan teknik pemindaian khusus. Melihat ke dalam sel orang dengan resistensi insulin, mereka menemukan partikel kecil dari lemak.  Seperti permen karet yang menyumbat kunci, penumpukan partikel lemak dalam sel mengganggu kemampuan insulin untuk membuka membran sel agar glukosa dapat masuk.

Para peneliti di Yale University mengamati sel-sel otot dari orang dewasa muda yang orang tua atau kakek-nenek menderita diabetes. Meskipun orang-orang muda itu langsing dan sehat, ternyata mereka memiliki partikel-partikel lemak kecil dalam sel otot mereka, yang akan berujung pada diabetes.

Partikel-partikel lemak adalah hasil dari penumpukan lemak dari makanan, gula, kabohidrat yang berlebih, semua kalori yang terlalu banyak dikonsumsi daripada yang dibutuhkan oleh tubuh.

Bagaimana resistensi insulin dikendalikan?

Mungkin anda berpikir, jika demikian apakah saya harus menghindari makan nasi? Justru sebaliknya. Neal Barnard, MD dari Universitas George Washington mengatakan bahwa di negara-negara Asia, sedari nenek moyang mengkonsumsi nasi dan sayuran, makan daging secukupnya dan buah segar sebagai pencuci mulut. Kasus resistensi insulin dan diabetes jarang terjadi. Sampai kemudian, restoran cepat saji yang menyajikan junkfood digandrungi beberapa dekade terakhir, pola makan mereka menjadi kebarat-baratan: meningkatnya jumlah daging, keju, makanan yang digoreng, minuman manis dan dessert, tingkat diabetes dan resistensi insulin kemudian meledak.

Ingat orang-partikel lemak dalam sel-sel Anda? Nah, makanan berlemak dapat partikel lemak semakin banyak. Dalam studi, peneliti di Baton Rouge, La, makan makanan dengan lemak tinggi. Setelah hanya tiga hari, partikel lemak dalam sel-sel telah melonjak tinggi. Sementara itu, sebuah tim peneliti di London diuji orang-orang yang mengikuti diet dengan lebih banyak sayur dan buah, menemukan partikel lemak dalam sel telah lebih sedikit dibandingkan dengan orang lain.

Jadi kurangi makanan berlemak dan junkfood dari piring Anda adalah cara yang baik untuk “membersihkan” sel-sel Anda, adalah cara yang baik untuk mengatasi resistensi insulin. Kurangi produk hewani, kurangi juga minyak, banyak makan makanan alami, seperti kacang-kacangan (sepeti kacang hijau), biji-bijian, sayur-sayuran (brokoli, asparagus) dan buah. Physicians Committee for Responsible Medicine telah menyatakan bahwa jenis makanan ini dapat mengurangi resistensi insulin, menurunkan berat badan, dan menurunkan resiko diabetes. Kurangi juga karbohidrat glisemik tinggi seperti gula halus dan roti putih.

Untuk wanita dengan PCOS yang sedang berusaha hamil, suplemen herbal (seperti, FertilAid for Women)dapat membantu mengembalikan keseimbangan hormonal dan menata siklus menstruasi yang teratur.

 Dan jangan lupa, kombinasi perubahan pola makan dan olahraga yang rutin (carilah yang merupakan hobi anda, sehingga anda senang dan semangat melakukannya: bisa jogging, bersepeda, renang, badminton, tenis, aerobik dan lainnya), telah terbukti membantu menurunkan berat badan.

 sumber : wishingbaby