Antioksidan: Penangkal Penurunan Kesehatan Sperma

Penurunan Sperma

Jumlah pria yang mengalami masalah kesuburan meningkat pesat, dan kesehatan sperma yang buruk adalah penyebabnya. Mengkhawatirkan, jumlah sperma rata-rata antara laki-laki dewasa mengalami penurunan sebesar 50% sejak tahun 1938, dan terus menurun dengan minimal 2% setiap tahun. Apa penangkalnya?

Gaya hidup modern kita, sehingga sering ditandai dengan terlalu banyak stres, paparan kronis bahan kimia lingkungan yang berbahaya, dan diet yang kekurangan vitamin dan mineral, telah menurunkan kesehatan reproduksi pria, yang berdampak pada kesehatan sperma. Akibatnya, banyak pria menderita jumlah sperma rendah, motilitas sperma rendah, atau morfologi sperma yang abnormal.

Dalam beberapa tahun terakhir, ahli kesuburan telah menemukan bahwa stres oksidatif menyebabkan kerusakan sperma, menyebabkan jumlah sperma rendah, motilitas sperma rendah, dan morfologi sperma yang abnormal. Stres oksidatif terjadi ketika jumlah radikal bebas karena pengaruh lingkungan yang beredar dalam tubuh melebihi jumlah antioksidan yang dimiliki oleh tubuh. Antioksidan dapat menetralisir radikal bebas, sehingga mengurangi efek merusak dari senyawa tersebut.Seperti semua sel-sel lain dalam tubuh, sel-sel sperma juga terus-menerus dibombardir oleh radikal bebas. Dan ternyata, sel-sel sperma kurang memiliki mekanisme antioksidan yang cukup untuk menangkal radikal bebas, dan sangat rentan terhadap kerusakan dari radikal bebas karena jumlah lemak yang tinggi yang terkandung dalam membran sel mereka. Para ahli sekarang percaya bahwa sampai 80% dari semua kasus infertilitas laki-laki disebabkan stres oksidatif.

Untungnya, penelitian ilmiah yang maju berhasil menemukan solusinya, yaitu dengan asupan suplemen dengan nutrisi kunci antioksidan dapat membantu mencegah kerusakan radikal bebas pada sel-sel sperma. Bahkan, para ilmuwan baru-baru ini meninjau hasil lebih dari 30 uji klinis kepada kelompok uji: kelompok pria yang mengalami masalah kesuburan diberi suplemen antioksidan dibandingkan dengan kelompok pria yang juga mengalami masalah kesuburan yang tidak diberi apapun. Hasil riset tersebut dipublikasikan pada sebuah artikel berjudul Antioxidants for Male Subfertility (http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21249690) yang mengindikasikan bahwa pemberian asupan suplemen nutrisi yang mengandung antioksidan dapat meningkatkan level suksesnya kehamilan pada pasangan yang mengalami masalah kesuburan.

Ini adalah berita baik bagi anda yang mengalami sperma yang kurang optimal. Melengkapi asupan nutrisi Anda dengan suplemen antioksidan kunci, seperti vitamin C, vitamin E, CoQ10, dan quercetin, dapat meningkatkan jumlah sperma Anda, motilitas sperma dan morfologi sperma. Jika Anda sedang mencari cara untuk memastikan Anda mendapatkan dukungan antioksidan yang Anda butuhkan untuk memaksimalkan kesehatan sperma Anda, silakan melihat FertilAid for Men, Countboost for Men dan Motilityboost for Men.

 

sumber : wishingbaby