NewsLetter Kesuburan

Powered By Yahoo! Groups

NewsLetter ASI

Powered By Google Groups

Relaktasi, Kembali Menyusui Setelah Berhenti

Alat Bantu Laktasi dengan BotolRelaktasi adalah praktik menyusui kembali bayi langsung ke payudara setelah dalam kurun waktu tertentu (beberapa hari, beberapa minggu, beberapa bulan) tidak menyusui atau menyusui secara parsial (mencampur pemberian ASI dengan susu formula atau makanan/minuman selain ASI) karena alasan tertentu, diantaranya, ibu harus dirawat karena sakit, ibu sibuk bekerja, ASI mengering, atau ibu mengalami sakit yang sementara waktu dilarang memberikan pada bayinya, kesulitan untuk menyusui karena mendapat tekanan dari lingkungan, minimnya pengetahuan orangtua tentang ASI, hingga berbagai mitos tidak benar seputar menyusui.

Beberapa alasan perlu dilakukannya relaktasi, antara lain sebagai bagian dari pengobatan rehidrasi pada bayi mencret dan kurang gizi setelah penyapihan. Selain itu, relaktasi juga biasanya dilakukan karena bayi tidak cocok dengan berbagai susu formula atau ibu berubah pikiran ingin menyusui, dari pemakaian susu formula. Bisa juga karena kondisi harga susu formula yang terus meroket. Seorang ibu dengan bayi usia 0-2 tahun dapat melakukan relaktasi agar dapat beralih dari susu formula.

Relaktasi dapat dilakukan dengan diawali niat yang kuat untuk kembali menyusui. Ajak pasangan dan anggota keluarga serta orang-orang terdekat untuk mendukung ibu melakukan relaktasi. Semakin muda usia bayi, semakin mudah relaktasi dilakukan dan berhasil.

Relaktasi hanya bisa dilakukan dengan satu cara, yaitu : membiarkan bayi Anda menyusu sesering mungkin pada payudara Anda. Frekuensi menyusui ini setidaknya adalah 10 kali dalam 24 jam, atau lebih jika memang bayi Anda menginginkannya.

Tahapan relaktasi:

  • Pastikan cukup makan dan minum. Mulai meningkatkan konsumsi protein dan cairan ke dalam menu makan sehari-hari untuk membantu mempercepat tubuh dalam memproduksi ASI
  • Berlatih memposisikan bayi pada payudara dengan pelekatan yang baik. Cobalah dengan berbagai cara untuk menemukan kembali posisi yang paling nyaman ketika mulai menyusui.
  • Hentikan total penggunaan dot dan botol, berikan susu atau makanan lain dengan menggunakan gelas atau sendok, agar bayi dapat lupa pada dotnya, dan mau mengisap payudara ibu.  Sebaiknya Anda tidak memberikan empeng pada bayi Anda. Gantilah kebiasaan comfort sucking bayi Anda pada empeng dengan comfort sucking pada payudara Anda.
  • Banyak beristirahat. Mulailah mendelegasikan pekerjaan-pekerjaan rumah yang sekiranya bisa delegasikan, karena akan menghabiskan hampir seluruh waktu bersama bayi selama minggu-minggu pertama program relaktasi. Kurangi jadwal kegiatan diluar rumah, dalam minggu-minggu pertama masa relaktasi sedapat mungkin menghabiskan waktu 24 jam dalam sehari bersama bayi.
  • Cobalah untuk menyusui bayi Anda setiap 2 jam sekali. Atau biarkan bayi Anda menyusu kapan pun, setiap kali ia terlihat berminat.
  • Persering kontak kulit antara ibu dan bayi. Tidurlah bersamanya baik pada malam maupun siang hari, dekaplah dan gendonglah sesering mungkin. Guna dari kontak kulit ini agar hormon laktasi dirangsang oleh isapan mulut bayi.  Bayi juga dapat mencium bau ibunya dan mengakrabkan diri dengan ibu. Cobalah untuk selalu bersama bayi Anda – terutama pada malam hari ketika hormon prolaktin (penghasil ASI) sedang banyak-banyaknya dihasilkan – sehingga dapat setiap saat menyusui bayi Anda.
  • Anda harus membiarkan bayi Anda mengisap payudara sekitar 30 menit setiap kali ia menyusu, jika dimungkinkan. Atau secara bertahap dapat ditingkatkan durasi menghisapnya tersebut, dimulai dari sekurangnya 15 menit pada saat menyusu.
  • Perbaiki posisi dan pelekatan saat menyusui bayi. Cari posisi yang tepat dan nyaman untuk ibu dan bayi. Jika bayi merasa tidak nyaman dengan posisinya (biasanya karena tidak terbiasa disusui), maka sediakan waktu untuk berdekatan lebih lama. Selalu berkomunikasilah dengan bayi, ajak bicara tentang proses relaktasi yang harus dilalui bersama.
  • Makanlah jenis makanan lainnya yang dipercaya dapat meningkatkan produksi ASI atau dibantu dengan Nursing Time Tea, teh yang dapat meningkatkan produksi ASI karena mengandung Fennel Seed, Blessed Thistle, dll.
  • Memerah ASI. Mengeluarkan ASI dari payudara dapat menstimulasi hormon laktasi untuk mulai bekerja kembali dan meningkatkan persediaan ASI. Memerah ASI dilakukan setelah menyusui bayi secara langsung (bukan sebelum). Memerah dapat dilakukan dengan tangan atau pompa.
  • Siapkan waktu dan kesabaran yang tinggi dalam menjalani proses relaktasi karena proses ini tidak bisa diukur jangka waktunya. Semua bergantung pada niat dan usaha masing-masing individu.
  • Sebisanya mungkin seluruh pekerjaan yang berkaitan dengan bayi dikerjakan sendiri, seperti memandikan, menggantikan popok, menidurkan dan mengajaknya bermain.
  • Siapkan Lactation Aid (Alat Bantu Relakstasi) berupa botol berselang yang disebut Supplemental Nursing System (SNS) (lihat foto diatas) yang diisi bisa berisi ASI perah (ASIP) atau susu formula yang sedang dikonsumsi bayi saat itu. Ujung selang dimasukkan ke dalam botol, sementara ujung satu lagi dilekatkan di puting. Tahapan ini dilakukan agar ketika bayi ada dalam posisi menyusui, ia tidak akan frustrasi dengan jumlah ASI yang masih sedikit. Ini dilakukan untuk memancing produksi, karena isapan bayi dapat merangsang hormon laktasi bekerja.
  • Sebagai permulaan, Anda harus memberikan seporsi penuh susu (formula atau Asper) sesuai dengan berat badan bayi Anda, atau dalam jumlah yang sama seperti yang dikonsumsi sebelumnya. Untuk 30ml cairan setidaknya akan dihabiskan dalam jangka waktu 15-20 menit. Selalu lihat kondisi dari selang dan pastikan cairan telah mengalir dengan baik.
  • Segera setelah ASI Anda mulai keluar sedikit, porsi susu (formula atau ASIP) tersebut dapat dikurangi sebanyak 30-60ml dalam sehari, sampai habis.
  • Jika bayi kadang-kadang masih menyusu, pasokan ASI dapat meningkat dalam beberapa hari. Jika bayi sudah berhenti menyusu, mungkin diperlukan beberapa minggu untuk menghasilkan kembali pasokan ASI.
  • Menyapih bayi dari alat ini mungkin memerlukan beberapa minggu, namun ada juga yang sebentar. Jangan terburu-buru atau memaksakan segera berhenti dari pemakaian alat. Umumnya, jumlah ASI akan meningkat dalam satu atau dua minggu, keseluruhan proses bisa mencapai delapan minggu. Saat produksi ASI sudah mencukupi, bayi sudah bisa menyusu langsung tanpa alat bantu selang lagi, dan proses relaktasi dapat dikatakan berhasil. Lamanya Anda berhenti menyusui dapat dijadikan tolak ukur kasar mengenai jangka waktu relatasi. Misalnya, jika Anda baru berhenti menyusui 2 hari, maka Anda akan membutuhkan 2 hari untuk menghasilkan kembali pasokan ASI Anda. Namun, jika Anda telah berhenti menyusui selama 1 bulan, mungkin akan dibutuhkan 1 bulan pula untuk menghasilkan ASI kembali.

Selama masa relaktasi ini, periksalah secara teratur hal-hal sebagai berikut untuk memastikan bahwa bayi Anda tidak kekurangan makanan: (a) kenaikan berat badannya, yaitu sekurangnya 500gr dalam sebulan, dan (2) frekuensi harian BAK (5-6 kali) dan BAB (minimal 1 kali) bayi Anda.

(dari berbagai macam sumber)

oleh: wishingbaby