NewsLetter Kesuburan

Powered By Yahoo! Groups

NewsLetter ASI

Powered By Google Groups

Sperma Sehat dengan Antioksidan

antioksidan untuk sperma

Infertilitas bukan masalah kecil, dan setengah dari semua kasus merupakan isu sperma. Rendahnya tingkat sperma, sperma cacat, dan sperma yang tidak cukup aktif merupakan kontribusi infertilitas pada pria.

Salah satu faktor yang diperkirakan mengakibatkan masalah sperma adalah stres oksidatif, kerusakan yang disebabkan oleh entitas yang dikenal sebagai radikal bebas, yang merupakan produk alami sampingan yang dihasilkan oleh proses dalam tubuh, termasuk metabolisme.

Radikal bebas dapat dipadamkan dengan substansi yang disebut antioksidan (termasuk beberapa nutrisi). Inilah yang membawa peneliti menilai pengaruh antioksidan pada kesuburan pria.

“Antioksidan bagi Ketidaksuburan Pria” telah disampaikan dalam Database Sistematik Cochrane. Artikel ini meninjau 34 studi yang melaporkan penggunaan antioksidan dalam mengobati ketidaksuburan pria.

Agen antioksidan dalam setiap studi sangat bervariasi. Sebagian, menggunakan agen tunggal. Lainnya, menggabungkan beberapa agen. Agen-agen itu sendiri pun sangat bervariasi, antara lain Zinc, Vitamin E, Vitamin C, L-Carnitine dan Selenium. Semua pasangan yang masuk dalam studi sedang dalam proses terapi dengan teknologi reproduksi bantuan (assisted reproductive technologies atau ARTs), seperti bayi tabung fertilisasi in-vitro (IVF) dan inseminasi buatan (intrauterine insemination atau IUI).

Mengumpulkan semua studi, peneliti Cochrane berusaha menilai apakah terapi antioksidan bermanfaat terhadap kesuburan. Mereka menemukan, bila dibandingkan dengan plasebo, pengobatan dengan suplemen antioksidan mengalami peningkatan 485 persen kelahiran hidup. (Dengan kata lain, konsumsi antioksidan kira-kira lima kali lebih mungkin mendapatkan kelahiran hidup dibandingkan dengan plasebo(sampel pembanding yang tidak menggunakan).

Tingkat kehamilan juga dinilai, dan kali ini jumlahnya lebih besar (96 kehamilan secara total, dari 15 percobaan dan total 964 pasangan). Di sini, tingkat kehamilan lebih tinggi 418 persen pada mereka yang mengonsumsi antioksidan. (Dengan kata lain, pengonsumsi antioksidan empat kali lebih mungkin berhasil untuk menghamili pasangan dibandingkan plasebo)

Tidak satu pun dari studi melaporkan efek merugikan dari terapi antioksidan.

Meta-analisis alam ini tidak pernah sempurna, terutama saat studi mengumpulkan metodologi yang sangat berbeda (misalnya, perlakuan yang berbeda dalam kombinasi yang berbeda). Namun, kajian ini setidaknya menunjukkan terapi antioksidan memiliki potensi besar untuk peningkatan kesuburan pria dan meningkatkan tingkat keberhasilan dari teknik reproduksi bantuan seperti IVF.

Pentingnya antioksidan telah lama menjadi perhatian dari Dr. Amos Grunebaum, MD, yang memformulasikan supplemen kesuburan FertilAid for Men untuk membantu para pasien yang datang ke klinik kesuburannya. Melalui penelitian ilmiah, beliau merancang supplemen yang terbuat dari bahan alami yang praktis namun mengandung semua yang dibutuhkan tubuh pria untuk memproduksi sperma yang berkualitas. Konsumsi rutin dapat membantu menjaga produksi sperma sehingga berhasil untuk membuahi sel telur. 

oleh: wishingbaby