Cara Menentukan Masa Subur

Masa Subur

Mengetahui perhitungan masa subur akan sangat membantu Anda yang ingin segera memiliki keturunan. Penting untuk Anda ketahui, masa hidup ovum hanya berlangsung selama 12-24 jam dalam satu bulan.

Masa subur bagi yang siklus haidnya normal (misalnya 28 hari) adalah:
Kurang lebih 14 hari setelah mens (2 hari sebelum dan 2 hari sesudah).

Mengapa demikian? Karena pada siklus haid normal, ovulasi terjadi kira-kira 14 hari sebelum hari pertama haid berikutnya. Kurangi dan tambahkan dua hari dari hari tersebut karena walaupun sel telur hanya dapat hidup selama 24 jam, sperma dapat bertahan 6 hari dalam tubuh perempuan. Jadi meskipun Anda dan suami berhubungan bukan pas di tanggal ovulasi, tapi sperma yang sedang bertahan (belum mati) di rahim, dapat membuahi sel telur matang.

Yang perlu dicatat, siklus haid teratur bukan berarti tanggalnya harus sama setiap bulannya. Untuk mengetahui apakah siklus haid Anda teratur bacalah artikel berikut: Apakah Siklus Haid Saya Teratur?

Bagi Anda yang memiliki siklus haid yang tidak teratur, anda dapat menggunakan tools untuk menentukan masa subur yaitu Fertile Focus atau Ovacue Fertility Monitor. (bisa dibeli di wishingbaby.com)

Selain menghitung dengan sistim kalender diatas, kita juga dapat mengetahui tanda-tanda Ovulasi yang muncul pada tubuh:

  • Merasa kembung atau nyeri perut ringan di bagian bawah pada satu sisi kiri atau kanan yang terjadi karena kram otot rahim.
  • Peningkatan lendir serviks vagina yang berubah dari yang berwarna putih dan creamy menjadi bening, kenyal, dan licin.  Anda dapat mengetahui kekentalan lendir serviks dengan cara menaruhnya di antara ibu jari dan telunjuk lalu meregangkannya. Saat ovulasi, sekret tersebut tidak akan ‘putus’. (keterangan lebih lanjut baca disini)
  • Payudara terasa bengkak, lebih lunak, dan lebih sensitif terhadap sentuhan.
  • Peningkatan hasrat seksual.
  • Suhu basal tubuh meningkat antara satu derajat celcius dari suhu basal tubuh normal. Normalnya suhu tubuh manusia berkisar antara 35-36° C, tapi jika ketika Anda memasuki masa ovulasi maka suhu tersebut akan naik menjadi 37-38° C. Hal ini disebabkan karena tingginya kadar hormon progesteron yang berfungsi untuk menyiapkan jaringan dalam rahim untuk menerima sel telur yang telah dibuahi. Namun bila anda sedang sakit, demam yang timbul karena tubuh sedang memproduksi antibodi untuk memerangi virus dan bakteri bukan berarti adalah kenaikan suhu tubuh karena tubuh sedang dalam masa subur.

 oleh: wishingbaby