Bagaimana Mendukung Istri Agar Cepat Hamil

Agar Cepat Hamil

Mendukung istri agar cepat hamil bukan hanya tentang masalah timing (waktu yang tepat untuk berhubungan). Didalamnya terkandung komitmen Anda, membuat perubahan besar untuk gaya hidup untuk orang yang Anda cintai dan keluarga kecil yang akan Anda bangun, dan memelihara hubungan Anda berdua untuk masa depan.

Ya, Anda akhirnya memutuskan untuk memiliki bayi. Anda akan memasuki fase yang paling menarik dalam kehidupan anda, dan salah satu yang paling melelahkan.

Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa hamil adalah jauh lebih sulit dari yang dibayangkan. Proses ini dapat memakan waktu beberapa bulan dengan penuh usaha. Dibutuhkan perhatian, perencanaan serta yang paling penting, perubahan gaya hidup.

Mereka sering mengalami tekanan rasa stres, kekecewaan, kemarahan, kebosanan, dan keraguan diri. Mereka mungkin menarik diri dari teman-teman dan tidak melakukan lagi apa yang mereka sukai sebelumnya.

Lebih buruk lagi, frustrasi ini dapat berlipat jika Anda sudah menunda terlalu lama untuk melepas KB. Jam biologis mulai mengejar waktu, dan setelah Anda akhirnya merasa yakin tentang keputusan Anda untuk siap menjadi orang tua, anda merasakan urgensi yang kuat agar istri cepat hamil.

Hanya sekitar 50 persen pasangan hamil dalam waktu lima bulan ketika aktif berusaha hamil. Kemampuan untuk hamil dapat dipengaruhi oleh banyak variabel, termasuk pola kesuburan, usia, masalah kesehatan, dan faktor gaya hidup. Ini bukan hanya “urusan perempuan” – kesehatan dan gaya hidup suami juga berpengaruh.

Arti Baru “Tugas Sebagai Suami”

Pasangan yang telah mencoba untuk hamil selama lebih dari beberapa bulan ada yang mengalami turunnya gairah asmara dalam kehidupan seks mereka yang sangat terjadwal seperti harus menghadiri meeting ketika kalender masa subur tiba.  Ada juga yang merasakan perasaan terkucil, terutama saat berkumpul dengan teman seangkatan atau dalam acara keluarga, apalagi kalau ditanya-tanya, terasa bagaikan semua orang sudah memiliki anak kecuali Anda. Namun, ingatlah bahwa hal yang Anda alami sangatlah umum.

Jika itu menyebalkan bagi Anda, bayangkan betapa sulitnya bagi istri Anda. Saatnya untuk menunjukkan padanya bahwa Anda selalu mendukungnya. Bila Anda menekannya, sifat hubungan Anda akan berubah ke arah penuh emosi. Saat ini, sangat penting bagi Anda untuk selalu men-support setiap langkahnya.

1. Terlibatlah (dan tetap terlibat) dengan prosesnya

Bagi banyak wanita, berusaha untuk hamil adalah proses penantian yang panjang, karena dalam satu bulan hanya beberapa hari dimana masa suburnya berlangsung. Bila ia memberitahu Anda bahwa ia sedang dalam masa subur, gunakan waktu emas ini agar sperma dapat segera membuahi sel telur yang matang.

2. Jadilah Her Bestfriend

Saat istri sedang berusaha untuk hamil, bersiaplah menemui perubahan. Mungkin ia lebih fokus pada menurunkan berat badan, berusaha untuk diet, lebih banyak olahraga, mengurang makanan gorengan, tidur lebih awal dan lain-lain. Ingatlah bahwa ia mencurahkan seluruh jiwanya pada proyek ini. Buktikan bahwa Anda men-supportnya bagai seorang sahabat terbaik. Bila ia mulai berolahraga, temani dia. Jika ia mengkonsumsi makanan yang lebih sehat, ikutlah menikmatinya.

3. Komitmen Calon Ayah

Ketika Anda merasa siap untuk menjadi Ayah, itu sungguh adalah sebuah keputusan jangka panjang. Anda akan bertanggungjawab baik pada aspek parenting (pengasuhan anak) dan finansial pada seorang bayi kecil sampai kelak ia dewasa, juga beserta ibunya. Memulai gaya hidup sehat demi kesehatan Anda sampai puluhan tahun ke depan adalah sangat penting untuk menjadi ayah yang hebat.  Terlebih lagi penelitian memang membuktikan menurunkan kelebihan berat badan, lebih banyak berolahraga, berhenti merokok, memilih makanan dan vitamin yang bernutrisi akan meningkatkan kesuburan Anda. Jika istri masih juga belum isi padahal sudah berhubungan di masa subur, berusahalah untuk mengecek kondisi sperma Anda dan temukan solusi untuk mengatasi masalah sperma yang sedikit, atau tidak aktif.

4. Ingatlah mengapa Anda menikah dengannya

Istri Anda perlu merasa aman dan tidak tertekan, tunjukkan bahwa Anda mencintainya tanpa syarat, meskipun dia dapat hamil ataupun tidak. Jangan pernah lupa alasan mengapa Anda jatuh cinta kepadanya. Memori-memori kecil ini dapat mengokohkan kehidupan pernikahan dan selalu menghidupkan romantisme, terutama jadi lebih penting lagi ketika istri tahu bahwa ia memiliki masalah kesuburan.

5. Rayakan “Kemenangan”

Ketika Anda mencoba untuk hamil, sering kali dapat merasa seperti hanya ada satu “kemenangan” –  yaitu ketika hasil tes hamil positif. Jika Anda memiliki pola pikir itu, maka setiap kali hasil testpack negatif terasa seperti kegagalan. Sikap itu akan selalu membawa kekecewaan.

Ingatlah, istri dapat berovulasi itu sendiri adalah “kemenangan!” Melihat hasil tes positif pada hasil tes ovulasi (tes masa subur) perlu dirayakan! Jadikan puncak masa subur  (hari menjelang ovulasi) sebagai masa yang spesial dan sangat romantis, seindah kencan saat masih pacaran. Bunga, coklat, atau ajakan makan malam dapat memberikan ia energi yang dibutuhkannya untuk meneruskan perjalanan ini.

6. Jangan menghambarkan kehidupan Anda

Pasangan akan merasa bosan ketika mereka melupakan hal-hal yang  dulu mereka suka untuk dikerjakan sebelum program kehamilan. Mempertahankan persahabatan dengan kawan saja memerlukan usaha dan waktu, demikian pula halnya koneksi suami-istri adalah penting bagi stabilitas hubungan Anda. Jangan lewatkan kesempatan berlibur atau acara jalan-jalan spontan ke pantai. Bukankah saat Anda memiliki bayi, tidak akan lagi cukup banyak waktu untuk mencoba hal-hal berdua saja? Mengapa tidak mencoba aktivitas baru bersama? Misalnya ikut kelas memasak atau kebugaran, melakukan hobi berkebun, atau touring dan bersepeda bersama.

Saat akhirnya bayi cantik Anda tiba, ia akan mulai mengajar Anda bagaimana menjadi orangtua. Meski sulit menjalaninya, tak jarang didera kebingungan dan kekhawatiran, tapi Anda akan terus belajar dan tetap bertahan dengan komitmen sebagai orangtua.

Berusaha untuk hamil juga demikian. Tidak hanya masalah timing, namun lebih memperdalam komitmen Anda, membuat perubahan besar pada gaya hidup bagi pasangan yang Anda cintai, dan memelihara hubungan Anda berdua untuk masa depan. terutama ketika pada akhirnya Tuhan mempercayakan menitipkan kehidupan untuk Anda berdua besarkan.

oleh: wishingbaby